Biologi
Mengenal Situs Sangiran (Kehidupan Purba di Indonesia)
Sangiran merupakan situs manusia prasejarah yang terlengkap di Indonesia dan ternama di dunia yang dilindungi badan dunia PBB. Komite World Heritage, UNESCO pada peringatannya yang ke-20 di Merida, Meksiko, menetapkan kawasan Sangiran sebagai kawasan World Heritage (Warisan Dunia) no. 593. Sejak pertama kali diteliti oleh antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald tahun 1934, nama Sangiran mendunia karena penemuan dan potensi sejarah kehidupan purbanya. Koenigswald menemukan bagian rahang bawah Homo erectus yang hidup antara 1,5 juta hingga 1 juta tahun lalu. Hingga kini tidak kurang dari 50 individu fosil Homo erectus telah ditemukan di Sangiran. Fosil-fosil Sangiran ternyata merupakan 50 persen fosil Homo erectus yang ditemukan di dunia dan 65 persen di Indonesia.
Sangiran pun menjadi sebuah fenomena. Di satu sisi, Sangiran merupakan situs pembuka tirai kehidupan manusia purba sekaligus mata rantai dari missink link evolusi manusia prasejarah. Namun di sisi yang lain, kesadaran masyarakat akan nilai budaya ilmiah dari fosil yang mereka temukan, masih lebih rendah dibandingkan keinginannya untuk memperjualbelikan fosil tersebut. Apalagi pemerintah sendiri belum fokus dan konkret untuk melestarikan dan mengembangkan situs prasejarah tersebut. Tidak aneh apabila kelak Sangiran merana.
| 22226/HD | 573.3 DJA m | E-Library UNPAS | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain