Saskia mengira malam itu ia akan dilamar, nyatanya justru diputusin. Padahal ia sudah berdandan, sudah wangi, sudah cantik, dan siap menyambut kebahagiaannya. Saskia harus merelakan makeup-nya porak-poranda dan luntur oleh air mata. Tampaknya semesta pun masih mau mempermainkan Saskia, karena tak lama kemudian dia bertemu Edwin. Ganteng sih dan kelihatannya cukup mapan. Tapi, ya ampun... tin…
Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mim…